header1c.jpgheader1wb.jpgheader2c.jpgheader2wb.jpgheader3c.jpgheader3wb.jpgheader4c.jpgheader4wb.jpg

Dalam budidaya ikan lele, pakan adalah komponen produksi yang paling utama dan tidak boleh diabaikan jika pembudidaya ingin meraih sukses. Mengetahui tata cara atau teknik pemberian pakan pada ikan lele merupakan hal yang penting dan berpengaruh sangat besar dalam kesuksesan produksi budidaya ikan lele. Sebaliknya, kesalahan dalam tata cara pemberian pakan lele dapat berakibat buruk, dampaknya ikan lele mudah terserang penyakit sampai kondisi yang paling fatal yaitu kematian pada ikan lele yang dibudidayakan. Sebagian besar penyakit yang menjangkiti ikan lele saat budidaya diakibatkan dari kesalahan dalam pemberian pakan. Selain itu, tujuan penerapan teknik pemberian pakan adalah untuk menekan kemungkinan pakan yang terbuang percuma sehingga dapat diperoleh keuntungan yang besar. Agar penggunaan pakan lebih efisien, menjaga lingkungan hidup, dan ikan tetap sehat / minim serangan penyakit maka teknik pemberian pakan terbaik perlu diterapkan. Berikut adalah tata cara pemberian pakan lele (full pelet apung dengan protein minimal 31%) :

 

1.       Waktu dan cara pemberian pakan

Pemilihan waktu yang tepat saat pemberian pakan terhadap ikan lele merupakan efisiensi yang pertama. Ikan lele cenderung beraktifitas pada waktu malam hari dalam mencari makan di alam bebas sehingga ikan lele termasuk kategori binatang nocturnal. Karenanya porsi pakan lebih baik diberikan sebagian besar pada malam hari karena nafsu makan ikan lele pada waktu tersebut sedang tinggi. Adapun waktu pemberian pakan pada siang hari tetap diberikan namun porsinya harus lebih sedikit dari porsi pemberian pakan pada malam hari. Pembudidaya ikan lele pada umumnya membagi waktu pemberian pakan ditetapkan 3 sampai dengan 6 kali sehari yaitu pagi, siang, sore atau malam hari. Dengan demikian, jadwal waktu pemberian pakan bisa berselang tiap 4 jam atau berselang tiap 6 jam atau berselang tiap 8 jam, misalkan untuk yang berselang tiap 8 jam sebagai berikut :

 

·         Pagi pukul 10.00

·         Sore pukul 18.00

·         Malam pukul 2.00

 

Walaupun frekuensi dalam pemberian pakan ikan lele berbeda namun ada satu hal prinsip yang tidak boleh dilanggar yaitu dosis pemberian pakan dalam 1 harinya.

 

Di system budidaya pembesaran lele karyatani.com kami menggunakan jadwal pemberian pakan 2 kali sehari atau berselang 12 jam, jika anda ingin tau alasan dan penjelasannya lebih lanjut silahkan hubungi kami di 0822 2591 7710.

 

Selanjutnya cara pemberian/penyajian pakan terhadap ikan lele yang tepat adalah efisiensi yang kedua. Pemberian pakan berupa pelet dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu yang pertama dengan cara ditebar langsung baik dengan tangan ataupun menggunakan alat bantu seperti ember atau kaleng, yang kedua dengan menggunakan alat pemberi pakan, bisa menggunakan alat semi otomatis atau alat otomatis yang bekerja menggunakan tenaga listrik.

 

Cara yang kedua memang lebih efisien namun jika penggunaannya di terapkan di system budidaya skala besar atau industri, jika diterapkan di system budidaya skala kecil justru tidak efisien karena bisa menambah biaya investasi dan pengeluaran yang tidak sedikit.

 

Cara pemberian pakan di system budidaya skala kecil pelet cukup ditaburkan secara merata disetiap sisi kolam agar setiap ikan memiliki peluang mendapatkan jatah yang sama. Supaya merata dalam memberikan pakan, taburkan pelet minimal 3 arah dalam posisi kolam yaitu samping kiri 1/3 bagian, tengah 1/3 bagian dan samping kanan 1/3 bagian. Cara pemberian pakan yang demikian diharapkan pertumbuhan ikan lele bisa lebih seragam dan meminimalkan penyortiran.

 

Bersambung... 

Joomla templates by a4joomla