header1c.jpgheader1wb.jpgheader2c.jpgheader2wb.jpgheader3c.jpgheader3wb.jpgheader4c.jpgheader4wb.jpg

Biasanya jika kita ingin memulai hal yang baru rasa terburu-buru datang menghampiri termasuk hal baru dalam budidaya pembesaran lele, rasa itu pun dialami penulis saat pertama kali ingin memulai membesarkan benih-benih lele,  dimana begitu sangat menggebu sehingga hanya mempersiapkan kolam apa adanya. Lele memang memiliki sistem pernafasan tambahan dan mampu hidup di air tercemar sehingga banyak yang beranggapan bahwa bibit lele akan baik-baik saja dengan hanya mempersiapkan air yang bersih dan baru.  Anggapan ini ternyata keliru karena lele yang mampu bertahan hidup di lingkungan tercemar berlaku untuk lele dewasa sedangkan lele yang masih kecil / ukuran benih akan sulit bertahan hidup sekalipun air yang digunakan adalah air bersih. Dengan tanpa mempersiapan kolam secara baik dan cermat maka bibit-bibit lele malah mati dan sangat sedikit yang dapat bertahan hidup. Jika hal tersebut terjadi maka bukan keuntungan yang didapat namun sebaliknya, untuk itu bagi pembudidaya lele pemula agar tidak mengalami hal serupa disarankan mengikuti tahapan-tahapan sesuai pengalaman penulis selama ini dalam mempersiapkan kolam, tahapan-tahapan yang dimaksud bertujuan untuk menciptakan lingkuan yang disukai bibit lele dan meminimalkan datangnya penyakit, dengan asumsi kolam pembesaran menggunakan kolam terpal / tembok adapun tahapan tersebut adalah sbb :

      

1.       Pengendapan / penyaringan air

tandon2.pngAir yang akan digunakan untuk mengisi kolam jika kwalitas / kondisinya kurang bagus baik secara fisika, kimia maupun biologi sebaiknya diendapkan terlebih dahulu atau disaring dengan berbagai media. Untuk mengetahui kwalitas air secara tepat memang diperlukan peralatan laboratorium dan membutuhkan waktu dalam pengujiannya, namun jika kita tidak memiliki peralatan tersebut dan juga jauh dari laboratorium ataupun pertimbangan biaya yang tidak murah kita tidak perlu kawatir karena untuk mengetahui kwalitas air yang akan kita gunakan mengisi kolam dalam budidaya lele ini bisa dilakukan dengan cara sederhana dan murah yaitu dengan cara mengambil air yang akan diuji beberapa ember dan letakkan ikan Gatul atau ikan hias jenis Melati dalam ember tersebut, jika kurang dari 2 jam ikan-ikan tersebut mati maka dapat dipastikan kwalitas air yang kita uji tidak baik dan perlu penanganan perbaikan kwalitasnya agar layak dan bisa digunakan untuk budidaya lele.  Perbaikan kwalitas air yang paling sederhana adalah dengan cara mengendapkan air selama minimal 24 jam namun jika cara ini dirasa kurang efisien karena memerlukan tempat yang besar (tandon air) dan juga waktu yang agak lama kita bisa menyaringnya dengan berbagai media yang disusun dalam satu wadah diantaranya adalah ijuk, pasir silica, batu ziolit, karbon aktif dan kerikil. Tahapan pertama ini tidak perlu dilakukan jika bahan baku air sudah dalam kwalitas baik.

 

filter-karyatani.JPG

 

2.       Pembersihan kolam

Dalam budidaya lele dengan menggunakan kolam terpal / tembok pada tahap ini sangat penting untuk dilakukan, hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa dekomposisi, sampah dan lumut yang menempel pada dinding dan dasar kolam yang dapat membahayakan benih lele jika tidak dibersihkan, selain itu hama dan penyakit yang masih tertinggal dapat juga larut terbuang saat kolam-kolam dibersihkan. Setelah kolam benar-benar bersih selanjutnya adalah membiarkan kolam dalam kondisi kering, jika kolam terpal cukup dikeringkan 1 hari agar terpal tidak cepat rusak namun untuk kolam tembok bisa dikeringkan dalam waktu 2-4 hari dilihat kondisi cuaca dimasing-masing daerah. Tujuan dari pengeringan ini adalah untuk memastikan hama dan penyakit yang masih tersisa dikolam dapat dihilangkan karena dalam kondisi kering hama dan penyakit beserta telur-telurnya akan mati. Selanjutnya mengisi kolam dengan air yang memiliki kwalitas baik dan ketinggian air kolam cukup 30-40cm, jika kolam berada didaerah panas seperti lokasi kolam penulis yang berada didaerah Gresik – Jawa Timur maka ketinggian airnya adalah 40cm karena jika terlalu rendah suhu air menjadi panas melebihi suhu yang diperlukan lele yaitu max 32°C.

  

3.       Pemupukan

Tahap ini adalah yang terakhir dimana pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami dan menciptakan kondisi lingkungan kolam menjadi baik yang disukai bibit lele. Pemupukan kolam dapat menggunakan pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pupuk organik yang biasa digunakan dalam pemupukan kolam adalah kotoran kambing, kelinci, ayam, puyuh atau dapat juga menggunakan pupuk organik pabrikan sedangkan pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah urea dan TSP. Dari beberapa jenis pupuk yang disebutkan, penulis tidak memilih satupun karena penulis memilih menggunakan pupuk organik higienis, apa itu pupuk organik higienis ? pupuk jenis ini tidak dibuat dari kotoran hewan yang sudah disebutkan diatas karena memang higienis jadi terbebas dari unsur kotoran namun bahan-bahannya tetap dari alam dan mudah didapat. Penulis menyediakan pupuk organik higienis secara gratis (bisa digunakan untuk kolam ukuran 3mx4m) bagi anda yang berminat untuk mencoba memulai budidaya lele, silahkan datang ke kolam kami atau dengan  menjadi member dalam forum www.karyatani.com dan mengganti harga botol  + ongkos kirimnya, sedangkan bagi anda yang datang ke kolam kami pupuk organik higienis ini bisa didapat dengan cuma-cuma alias 100% free. 

Gambar kondisi kolam saat pertama dipupuk

menggunakan Pupuk Organik Higienis 

Penggunaan pupuk higienis setiap 1 botol / liter dapat digunakan untuk pemupukan kolam seluas 10m² dengan ketinggian air 50cm, jika kolam ukuran 3mx4m maka ketinggian air kolam max 40cm. Cara pemupukannya tidak terlalu sulit, cukup siapkan ember yang sudah diisi air untuk mengencerkan pupuk dan siramkan kedalam kolam secara merata. Selanjutnya kolam dibiarkan hingga 3 – 5 hari sampai air kolam berubah warna kehijauan / coklat dan kita jumpai banyak binatang air yang hidup dikolam diantaranya kutu air, jentik nyamuk bahkan kadang ada cacing halus dimana semua binatang air tersebut merupakan pakan alami bagi bibit lele.  Setelah kondisi air banyak dipenuhi pakan alami bibit lele siap ditebar.

Gambar kondisi kolam setelah 3 hari dipupuk

menggunakan Pupuk Organik Higienis 

Joomla templates by a4joomla