header1c.jpgheader1wb.jpgheader2c.jpgheader2wb.jpgheader3c.jpgheader3wb.jpgheader4c.jpgheader4wb.jpg

Setelah lahan untuk kolam sudah ditentukan lokasinya berdasarkan tiga persyaratan pokok, yaitu persyaratan teknis, persyaratan sosial dan persyaratan ekonomis langkah selanjutnya adalah pembuatan kolam. Kolam lele banyak jenisnya. Nama kolam sering diambil dari nama bahan pembuatnya. Munculah istilah kolam tanah, kolam tembok, kolam fibreglass dan kolam terpal. Karena beda bahan, tentu saja biaya untuk pembuatannya juga beda. Selain dari bahan pembuatnya, nama kolam juga sering diambil dari nama tahapannya. Munculah istilah kolam induk, kolam pemberokan, kolam pemijahan, kolam penetasan telur, kolam pendederan dan kolam pembesaran serta nama lainnya. Meski namanya berbeda, namun setiap kolam harus memiliki 3 bagian utama, yakni pematang, pintu pemasukan dan pintu pembuangan. Bagian-bagian utama ini sangat diperlukan terutama pintu air pemasukan dan pintu air  pembuangan karena ini sangat berguna dalam hal pengolahan/management air agar air kolam tetap dalam kondisi yang baik, terhindar dari penyakit dan pertumbuhan Lele menjadi cepat. Sesuai dengan judul artikel ini maka yang dibahas dalam tulisan ini hanya kolam pembesaran dan berikut adalah tahapan-tahapan dalam pembuatan kolam :

 

1. Membuat Gambar

Membuat gambar menjadi langkah awal dalam pembuatan kolam. Gambar tersebut harus memuat perencanaan kolam secara keseluruhan, mulai dari jumlah kolam, bagian-bagian kolam, saluran pemasukan, saluran pembuangan, pintu pemasukan, pintu pembuangan dan prasarana lainnya, seperti jalan dan rumah jaga. Sebuah gambar perencanaan minimal menerangkan pandangan dari atas dan samping untuk memudahkan dalam memandu pembuatannya. Sebaiknya kolam berada di samping kiri dan kanan dari jalan, agar tertata rapi dan memudahkan dalam oprasionalnya. Berikut adalah contoh gambar perencanaannya :

Gambar Perencanaan Tampak Atas

 

 

Gambar Perencanaan Tampak Samping

 

2. Pembangunan Kolam

Saat gambar perencanaan kolam lele sudah final selanjutnya adalah merealisasikan pembangunannya. Sebelum dibangun kita harus menentukan terlebih dahulu bahan yang dipilih, agar sesuai dengan gambar perencanaan maka bahan pembuatan kolam bisa menggunakan bahan tembok atau terpal. Kolam tanah sebenarnya juga baik digunakan untuk pembesaran lele hanya saja design gambarnya berbeda dengan perencanaan diatas, selain itu di kolam tanah pengendalian/management airnya lebih sulit dan juga rawan terhadap serangan hama seperti tikus, biawak, katak, dan sebagainya. Jika kolam tembok yang dipilih disarankan dalam pembuatannya diberikan beton slup horizontal dan vertical setelah pemasangan pondasi agar kolam lebih tahan lama, mengenai jarak antar beton slup vertical bisa menyesuaikan ukuran kolam atau dikonsultasikan saja dengan tukang batu yang mengerjakan. Selanjutnya jika kolam terpal yang dipilih berikut adalah tahapan-tahapan yang dilaksanakan :

a. Mengukur, memasang patok dan tali

Mengukur dan memasang patok menjadi langkah pertama dalam pembuatan kolam terpal. Pengukuran harus sesuai dengan gambar. Agar letak kolam dan seluruh bagiannya lurus, sebaiknya pengukuran dilakukan secara menyeluruh, baik panjang maupun lebar lahan, yaitu dengan menentukan satu titik, dilanjutkan dengan tiga titik lainnya, kemudian dipasang patok dan tali. Harus diingat, tali yang terpasang harus bersudut 90 derajat. Setelah mengukur keseluruan lahan dan pemasangan patok dan tali, baru mengukur kolam, satu demi satu. Agar dapat ditetapkan dan sesuai ukuran kolam, setelah mengukur, maka dilanjutkan dengan pemasangan patok dan tali. Ini juga harus bersudut 90 derajat.

b. Memasang pipa pembuangan

Lihat gambar di atas bagian D, itulah pipa pembuangan.  Jika sudah dibuat perkolaman maka bagian ini tidak bakal terlihat karena terkubur tanah. Karena terkubur dalam tanah maka bagian ini harus dipasang lebih dulu, sehingga pada saat pembuatan kolam tidak terganggu. Tak hanya itu, bagian itu berada di bagian tengah perkolaman, sejajar dengan bak control (lihat penanpang kolam atas). Mungkin tidak perlu dibahas cara pemasangannya, karena sangat mudah. Yang pasti pipa ini dipasang diantara bak control.

c. Memasang pintu pembuangan kolam

Lihat kembali gambar bagian B. Itulah pintu pembuangan kolam, yaitu bagian yang tepat berada di tepi kolam dan pada bak kontrol. Memasang pintu pembuangan dilakukan setelah memasang pipa pembuangan. Pemasangan bagian ini mungkin tidak perlu dibahas juga, karena sangat mudah. Jika sudah dipasang, bagian ini juga dikubur tanah seperti pipa pembuangan.

d. Pemasangan reng klik disini

e. Pemasangan terpal klik disini

 

 Pustaka : Panduan Budi Daya Lele, Usni Arie, 2012

 

Joomla templates by a4joomla