header1c.jpgheader1wb.jpgheader2c.jpgheader2wb.jpgheader3c.jpgheader3wb.jpgheader4c.jpgheader4wb.jpg

Pemasangan kolam terpal bagi yang sudah berpengalaman tentunya tidaklah sulit namun bagi pemula bisa menjadi kendala serius karena akan menyebabkan kolam terpal cepat rusak dan mengganggu proses budidaya, hal tersebut tentu juga pernah saya alami bahkan hingga beberapa kali pemasangan baru mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan memang benar jika ada pepatah “Pengalaman adalah guru yang terbaik” tapi saya juga merasakan “Pengalaman adalah ilmu yang mahal”, nach.. agar anda para pemula tidak ikut merasakan pengalaman ilmu yang mahal dan tetap mendapatkan pengalaman sebagai guru yang terbaik berikut saya berikan cara pemasangan kolam terpal sesuai dengan pengalaman penulis :

 

A.    Pemasangan reng / kerangka kolam :

Pada tahapan pembangunan kolam yang telah dibahas di artikel sebelumnya (klik disini) telah dilakukan pengukuran dilanjutkan dengan pemasangan patok dan tali dimana menjadi langkah pertama dalam pembuatan kolam terpal. Pengukuran harus sesuai dengan gambar design agar letak kolam dan seluruh bagiannya lurus. Ada kalanya ukuran gambar design kolam dengan ukuran terpal tidak sesuai secara detail atau presisi terutama untuk terpal yang sudah dalam bentuk kolam, untuk itu sebelum reng/kerangka kolam dipasang sebaiknya dilakukan pengukuran terpal secara rinci dan setelah mendapatkan ukuran yang tepat selanjutnya menyetel patok dan tali agar presisi dengan ukuran terpal. Kini saatnya memasang kerangka kolam, pemasangan kerangka kolam dengan baik, presisi dan kokoh akan membuat terpal menjadi awet/tahan lama. Kerangka bisa dibuat dari bahan apa saja mulai dari yang murah sampai dengan yang mahal misalnya bambu, kayu bekas, kayu reng, papan, kayu jati, pvc, batu bata, batako, besi, besi anyam / wiremesh, galvalum, dll. Bahan kerangka dipilih dengan mempertimbangkan biaya, kuat, awet, dan yang terpenting mudah didapatkan menyesuaikan lokasi masing-masing pembudidaya karena bisa jadi di satu tempat berbeda dengan tempat yang lain. Jika rangka kolam dipilih dari bahan bambu/kayu tentunya akan ada bagian-bagian yang dipaku, pastikan paku-pakunya tidak mengganggu posisi terpal karena akan bisa menyebabkan bocor/sobek. Dalam membuat atau memasang rangka yang harus diperhatikan dengan baik adalah kerapatan/jarak jari-jarinya, semakin rapat akan semakin baik karena rangka bisa lebih kokoh/kuat dalam menahan beban air. Saat kerangka kolam sudah selesai dipasang bisa dilanjutkan ketahap berikutnya yaitu pemasangan terpal.

 

B.      Pemasangan kolam terpal :

Jika terpal sudah dalam bentuk kolam maka terpal tinggal dimasukan ke dalam rangka dan dirapikan posisinya, jika terpal masih dalam bentuk lembaran maka diperlukan lipatan-lipatan pada bagian sudut-sudutnya dan merapikan bagian sisi dan dasar kolam termasuk menyetel outletnya. Sampai tahap ini terpal jangan diikat terlebih dahulu tetapi diisi air secara perlahan sambil merapikan kembali posisi terpal yang belum presisi. Pengisian air disesuaikan dengan kebutuhan atau kapasitas puncak jika rangkanya kuat/kokoh, dan jika sudah tidak ada kendala bagian atas terpal bisa diikat pada kerangka.                  

 

Beberapa kesalahan dalam pemasangan kolam terpal :

 

  1. Rangka kolam terlalu besar dari ukuran terpal, hal ini menyebabkan kolam terpal akan mudah rusak, karena kolam terpal itu hanya sebagai lapisan rangka, bukan sebagai wadah penahan tekanan air.
  2. Kolam terpal diikat terlebih dahulu sebelum diisi air, akibatnya kolam terpal bisa menggantung dan menahan beban air hal ini menyebabkan terpal akan cepat rusak karena bukan fungsinya sebagai penahan beban tekanan air.
  3. Ada bagian-bagian rangka yang kurang kuat menahan beban tekanan air terutama bada bidang bagian bawah, untuk memperkuat sebaiknya jari-jari rangka bagian bawah lebih rapat lebih baik.

 

 

Joomla templates by a4joomla