header1c.jpgheader1wb.jpgheader2c.jpgheader2wb.jpgheader3c.jpgheader3wb.jpgheader4c.jpgheader4wb.jpg

mengkudu1.jpgBogor (ANTARA) - Tim mahasiswa Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor melakukan penelitian mengenai buah Mengkudu yang mampu mengurangi sifat kanibalisme ikan lele.

Menurut keterangan tertulis Humas IPB di Bogor, Rabu, menyebutkan penelitian itu dilakukan oleh Ikbal Hadi sebagai ketua, dengan anggota Asep El Qusairi, Ruly Ratannanda, M Hasyim Al Abror, dan Rezi Hidayat.

Penelitian bertema "Efektivitas Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu Morinda Cirtifolia L Melalui Pakan Alami Terhadap Sifat Kanibalisme Benih Ikan Lele Clarias sp Pada Sistem Budidaya Intensif" itu dilakukan di bawah bimbingan dosen pendamping Ir Harton Arfah MSi.

Ikbal Hadi menjelaskan, ikan lele adalah salah satu komoditas ikan air tawar yang masih menjadi primadona di Indonesia.

Di samping mudah dipelihara, harga ikan lele relatif terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Kebutuhan ikan lele tidak pernah surut, bahkan terus melambung.

Usaha budi daya yang diperlukan dalam memenuhi tingginya tingkat kebutuhan ikan lele ialah usaha budi daya yang dilakukan secara intensif.

Usaha seperti ini akan memaksimalkan kapasitas produksi yang tersedia dengan padat pemeliharaan yang tinggi sehingga dapat meningkatkan tingkat produksi.

Namun, kata dia, masalah yang sering muncul pada usaha budidaya secara intensif ikan lele ialah tingginya tingkat mortalitas benih ikan lele akibat sifat kanibalisme dalam kegiatan pembenihan.

Hal ini terjadi karena sifat agresif yang tinggi akibat padat tebar pemeliharaan yang tinggi sehingga membatasi ruang gerak dan meningkatkan tingkat persaingan makanan dan oksigen.

Di antara upaya yang dilakukan selama ini dalam mengendalikan sifat kanibalisme ini yaitu dengan melakukan penyortiran (grading) ukuran benih secara teratur atau penjarangan

kepadatan pemeliharaan benih.

Namun, upaya seperti ini dinilai masih kurang efisien karena mengurangi kepadatan pemeliharaan dalam kapasitas produksi yang tersedia dan juga memerlukan tambahan sarana produksi untuk menampung benih hasil sortiran atau penjarangan.

Dikemukakannya bahwa alternatif upaya yang dapat dilakukan dalam mengendalikan kanibalisme benih ikan lele pada sistem budi daya intensif yaitu melalui pendekatan secara hormonal.

Upaya seperti ini diharapkan dapat menurunkan sifat agresivitas yang tinggi pada ikan akibat padat pemeliharaan yang tinggi sehingga dapat memaksimalkan kapasitas produksi yang

tersedia dan tidak memerlukan tambahan sarana produksi. Hormon yang berpengaruh dalam hal ini adalah hormon serotonin.

"Riset yang dilakukan oleh Hseu JR, pada juvenil ikan kerapu membuktikan bahwa kanibalisme dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi hormon serotonin pada otak," katanya.

 

Kurangi Sifat Agresif

mengkudu2.jpg

Ikbal Hadi menjelaskan, peningkatan hormon serotonin ini juga diduga mampu mengurangi kecenderungan sifat agresif benih ikan lele untuk mengkanibal.

Konsentrasi hormon serotonin ini dapat dipicu oleh penambahan zat scopoletin yang salah satunya terkandung dalam buah mengkudu.

Melalui riset intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium, mengkudu menunjukkan keunggulan luar biasa.

Mengkudu mengandung zat scopoletin yang berguna dalam peningkatan kegiatan kelenjar peneal di dalam otak, yang merupakan tempat dimana serotonin diproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin.

Serotonin adalah salah satu zat terpenting di dalam butiran darah (trombosit) yang melapisi saluran pencernaan dan otak.

Di dalam otak, serotonin berperan sebagai neurotransmiter penghantar sinyal saran dan prekursor hormon melatonin. Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual.

Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer.

Metode yang dilakukan untuk menekan tingkat kanibalisme larva ini adalah dengan bioenkapsulasi melalui pakan alami yang merupakan pakan yang diberikan pada larva.

Bioenkapsulasi adalah proses dimana suatu komponen aktif dalam makanan dikemas

secara kompak dalam partikel-partikel cair atau padat (enkapsulan), atau dibungkus di dalam materi penyelubung.

Ia menjelaskan, bioenkapsulasi dilakukan dengan merendam pakan alami yang diberikan pada larva dalam larutan mengkudu selama beberapa jam setiap harinya kemudian langsung diberikan kepada larva. Pakan alami yang digunakan sendiri adalah Daphnia sp, Artemia sp, dan Cacing Sutera yang diberikan sesuai umur larva.

Meskipun tidak dalam penelitian ini, kata Ikbal, pemberian ekstrak mengkudu tidak berpengaruh terhadap tingkat kanibalisme ikan lele.

Namun secara umum jika dibandingkan dengan kontrol, perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh meskipun tidak berbeda nyata antarperlakuan, perlakuan yang paling baik menurut penelitian ini adalah 15 ppt.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang berbeda nyata dalam perlakuan yang diberikan dengan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup larva tertinggi hanya 8,67 persen yang dicapai, yang berarti tingkat mortalitas larva masih sangat tinggi," katanya.

Menurut dia, banyak faktor yang mempengaruhi hasil tersebut selain tingkat kanibalisme yakni kualitas air, kekurangan pakan, stress lingkungan, dan serangan penyakit, yang semuanya hanya bisa diduga karena penelitian ke arah itu tidak dilakukan.

SGR atau laju penambahan bobot harian larva juga sangat kecil, nilai tertinggi sebesar 18,75 persen perhari, artinya pertumbuhan ikan terganggu oleh faktor-faktor tertentu. Namun diduga hal tersebut akibat ikan kekurangan makanan karena pakan hanya diberikan tiga kali sehari.

Sementara ikan makan setiap saat ketika lambungnya kosong, dan sifat ikan lele yang nokturnal yaitu aktif mencari makan pada malam hari menjadi sebab utama mengapa tingkat kelangsungan hidup larva rendah dan laju pertambahan bobot harian juga rendah, katanya.

 

Sumber: id.berita.yahoo.com

Joomla templates by a4joomla